Makna Kehidupan

Written on 11.23 by Faiz Husaini

Hidup adalah lawan kematian
Namun, banyak orang yang mati dalam kehidupan
Yaitu orang-orang bodoh
Yang tak mau merubah kebodohan mereka
Walau mereka masih hidup
Tetapi, seperti orang yang sudah mati

Apakah hidup ini hanya untuk makan dan minum?
Serta mengikuti hawa nafsu saja?
Hidup di dunia bukan akhir dari kehidupan
Tetapi, banyak yang menganggap
Dunia adalah akhir dari kehidupan

Padahal ada kehidupan abadi yaitu setelah hari kebangkitan
Kehidupan di dunia hanya sesaat saja
Apa yang mesti kita perbuat sekarang?
Untuk mempersiapkan kehidupan abadi

Siapkan dengan ilmumu!
Siapkan dengan hartamu yang kau infak kan!
Siapkan dengan amal salihmu!
Siapkan dengan amal jariyahmu!
Untuk bekal di hari nanti

Orang yang benar-benar hidup
Adalah manakala ia sadar akan kewajibannya
Yaitu untuk menyembah Tuhan
Ia bisa buktikan cinta dan ketaatannya
Pada Rabb-nya.

Kairo, 22 Desember 08

Puisi untuk Ibu dan Bapak

Written on 12.49 by Faiz Husaini

Tak ada yang lebih berjasa dari orang tuaku

Beliau telah bersusah payah mengurusiku

Sungguh pengorbanan yang sangat mulia

Jauh lebih hebat dari semua balasanku kelak


Beliau peras segala tenaga, pikiran dan perasaan

Untuk mendidikku

Agar di kelak nanti aku bisa berguna

Bagi agama, nusa dan bangsa


Rasanya masih teringat tangisanku di waktu kecil

Yang selalu merepotkan beliau

Namun, beliau selalu sabar dan memanjaku

hutangku pada beliau tak terhitung oleh kalkulator

karena lebih banyak dari jumlah pasir di pantai


Tak henti-hentinya pula doa beliau yang terus dilantunkan

Untuk mendoakan semua anak-anaknya

Wahai pelita dan cahaya dalam hidupku


Semoga kelak aku bisa membalas kebaikan orangtuaku

Cintamu tak terukur oleh waktu

Sabarmu lebih dalam dari lautan

Keikhlasanmu bagai matahari yang terus bersinar



Cintaku yang dalam dan tulus juga akan terus ku ukir

dalam kalbuku

yang kan selalu aku hadirkan untukmu

untuk selalu setia menemani suka dan sedihmu

Wahai Ibu Bapakku..

Semoga Allah selalu mengasihi engkau berdua

Sebagaimana kasih yang engkau berikan padaku

Di kala masa kecilku.

Amin ya Rabbal’alamin..

Kairo, 20 Desember 08

Pancaran Cahaya Dzikir

Written on 12.25 by Faiz Husaini



Aku melihat beberapa tetes embun di pagi hari
Yang membasahi setangkai bunga di halaman rumahku
Pagi ini terasa sejuk dengan angin segar
Yang datang menari-nari dengan lembut

Matahari juga hampir menampakkan wajahnya
Yang sangat elok dan cerah
Sungguh jiwaku pagi ini begitu tenang
Disebabkan oleh pancaran cahaya dzikir di kalbuku
Karena dari sebelum fajar jiwa dan ragaku berdiri tegap
Menundukkan wajah dan badan
Untuk ruku’ dan bersujud kepada Rabb..

Aku gerakkan jari-jariku untuk memutar tasbih
Aku tuntun lisanku untuk beristighfar, bertahmid dan bertasbih
Serta aku sirami jiwaku dengan senandung kalam-Nya
Untuk menggerakkan hatiku agar terus ingat pada-Nya

Ya Rabb…
Tak ada kebahagiaan yang melebihi ketenangan ketika aku berhalwat di hadapan-Mu
Tak terasa tetesan air mata membasahi pipiku
Karena jiwa sadar dengan dosa-dosa yang semakin banyak
Lantunan doa dan pujian terus aku panjatkan padaMu
Mewarnai heningnya sepertiga malam
Di kala manusia lebih banyak berada pada kasur yang empuk
Dan selimut yang sangat hangat

Wahai jiwaku..!
Sucikanlah dari kekejian
Tunduklah dan berserahlah dihadapan Allah
Niscaya kau akan selalu mendapatkan pancaran cahaya-Nya
Sehingga terus bisa berjalan di jalan yang benar

Kairo, 20 Desember 08

Al Azhar

Written on 16.29 by Faiz Husaini


Al Azhar tempat berkumpul para pencari ilmu

Dari berbagai belahan dunia

Keberadaanya bagai mutiara yang terus dicari-cari

Bagai sumber mata air yang terus mengalirkan air

Yang sangat dibutuhkan oleh manusia


Oh.. Al Azhar

Banyak orang yang rela menghabiskan sebagian umurnya

Untuk menyelam di samuderamu yang sangat dalam dan penuh ilmu


Sungguh kau telah diciptakan untuk menjadi kiblat ilmu

Dan jauh lebih mulia dari tempat wisata peninggalan fir’aun

Di berada di sekitarnya


Wahai al azhar yang aku cinta

Aku rela memeras otak, keringat dan segala tenagaku

Demi untuk mendapatkan ilmu Allah

Yang terletak di celah-celah buku, dinding dan bangku

Serta pensil yang menghiasi warna-warni kampusku.


Kau telah banyak melahirkan para ulama

Di penjuru dunia

Sungguh kau lebih bermanfaat dari sebuah tambang minyak

yang hanya bisa mengeluarkan minyak saja.


Wahai al azharku..

Kau yang telah mengajarkan sejuta kesabaran dan keberanian

Pada murid-muridmu..

Berjuta-juta ilmu yang terhimpun dalam puing-puing kertas

Yang selalu kau wariskan pada pecintamu.

Memang Allah telah memancarkan cahaya ilmu-Nya

Di samudera al azhar..

Subahanallah…


Kairo, 19 Desember 08

Makna Kehidupan

Written on 16.21 by Faiz Husaini

Namun, banyak orang yang mati dalam kehidupan

Yaitu orang-orang bodoh

Yang tak mau merubah kebodohan mereka

Walau mereka masih hidup

Tetapi, seperti orang yang sudah mati


Apakah hidup ini hanya untuk makan dan minum?

Serta mengikuti hawa nafsu saja?

Hidup di dunia bukan akhir dari kehidupan

Tetapi, banyak yang menganggap

Dunia adalah akhir dari kehidupan



Padahal ada kehidupan abadi yaitu setelah hari kebangkitan

Kehidupan di dunia hanya sesaat saja

Apa yang mesti kita perbuat sekarang?

Untuk mempersiapkan kehidupan abadi



Siapkan dengan ilmumu!

Siapkan dengan hartamu yang kau infak kan!

Siapkan dengan amal salihmu!

Siapkan dengan amal jariyahmu!

Untuk bekal di hari nanti



Orang yang benar-benar hidup

Adalah manakala ia sadar akan kewajibannya

Yaitu untuk menyembah Tuhan

Ia bisa buktikan cinta dan ketaatannya

Pada Rabb-nya.

Kado Untuk Pengantin

Written on 15.23 by Faiz Husaini


Kado Untuk Pengantin


Aku melihat kedua mempelai

Yang nampak rapi, cantik dan tampan

Duduk berdua di singga sana dan di hadapan para hadirin

Nampak seperti sepasang bunga yang indah dan di tata rapi


Kesendirian matahari

Terasa tak lengkap

Tanpa kehadiran rembulan

Bumi juga merasa kesepian

Tanpa di dampingi oleh langit-langit

Daratan terasa hampar

Tanpa di temani oleh lautan


Malam juga akan terus gelap

Tanpa datangnya siang

Langit nampak lebih indah

Dengan di hiasi bintang-bintang


Gadis dan pemuda akan terus bimbang

Dan belum bisa tenang

Sebelum bertemu dengan jodohnya

Bagai angin yang bergerak tanpa arah


Di hari yang penuh sejarah ini
Engkau bagai bidadari

Yang di jemput oleh pangeran

Dengan perahu yang sangat bagus

Untuk di ajak berlayar

dengan gelombang dan badai yang lebih besar

Itulah perumpamaan pernikahan

karena pernikahan bukanlah akhir perjuangan

Namun, sebagai awal dari perjuangan dalam kehudupan baru


Di hari yang penuh hikmat

Aku semakin bisa melihat

Tanda-tanda kekuasaan-Mu ya Allah…


Ya Rabb...

Engkau telah ciptakan segala sesuatu berjodoh

Baik makhluk hidup ataupun makhluk yang tak bernyawa


Di hari ini juga

Aku hanya bisa berdoa dan ikut berbahagia

Demi kebahagiaanmu

Semoga engkau bisa semakin melihat cintanya Allah.


Kairo, 14 oktober 2008

Ya Rasulallah

Written on 18.06 by Faiz Husaini


Ya Rasulallah

Engkau Nabi di akhir zaman

dan juga penutup para nabi dan rasul

Engkau makhluk yang termulia

di alam semesta


KesabaranMu adalah cahaya bagi umat

Mu’jizat Al-Qur’an adalah petunjuk

dan pedoman bagi manusia

Segala perkataan,perbuatan dan persetujuan darimu

menjadi pelengkap maksud Al-Qur’an


Engkau diutus untuk menjadi rahmat

Bagi semua alam

Engkau juga kekasih Allah

dan semua makhluk di jagad raya


Engkau cayaha yang tak pernah mati tuk menyinari

Salawat dan salam selau kami lantukan kehadirat sang Rasul

Sebagai wujud cinta dan rindu kami kepada baginda Nabi


Ya Rasulallah…

Kami sangat merindukanmu

Tolonglah kami di akhirat nanti

Dengan syafa’at-syafa’at darimu


Engkau yang telah mengeluarkan manusia

dari segala kegelapan

menuju cahaya yang sangat terang


Kairo, 14 Oktober 2008